My Photo

July 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    
Powered by Friendster Blogs
Member since 03/2005

September 16, 2007

Petualangan Baru

Minggu ini, ada yang baru dalam diri diajeng™-ku. Sekedar tau aja, "diajeng" adalah nama yang kuberikan untuk komputerku tersayang yang sudah menemaniku sejak April 2004. Bersama diajeng, tlah kulewati suka-duka hidup di kampus. Balik lagi ke topik awal, tentang hal baru yang ada di dalam diajeng™. Setelah pada malam 1 Ramadhan saya nge-burn Ubuntu 7.04 ditempat Ardian a.k.a GuruBesar, malam berikutnya saya install Ubuntu 7.04 di diajeng™-ku.
Sebenernya niatan nyoba Ubuntu 7.04 a.k.a Feisty Fawn udah lama banget. Tapi berhubung saya ini orangnya sedikit gengsi dan termasuk orang yang setia (ceileee....) jika sudah jatuh cinta sama suatu hal, maka baru sekarang ke-gengsi-anku runtuh. Selama beberapa tahun ke belakang saya selalu setia dengan Redhat dan turunannya. Mulai dari Redhat 7.3, Redhat 9, Fedora Core 2 sampe Fedora 7, CentOS, RHEL 4 semuanya pernah saya cobain. Tapi yang terakhir bersarang di diajeng sampe sekarang ini adalah Redhat 9, yang saya pake buat ngerjain Tugas Akhir. Selain itu saya jg pernah nyobain Linux dari keluarga Suse, yaitu Suse 9 dan OpenSuse 10.2 yang juga saya gunakan untuk Tugas Akhir.
Nah, dengan hadirnya Feisty Fawn di diajeng™-ku, brarti ada 4 OS yang ada dalam diri diajeng™ :
Alhamdulillah, spek-nya diajeng™ cukup mumpuni untuk menampung ke-empat OS tadi. Onderdilnya diajeng™ :
  • Motherboard Asus P4S800
  • Memory 2 keping Visipro 256MB PC 4200
  • Seagate Baracuda 120 GB 7200 rpm
  • Seagate Baracuda 80 GB 7200 rpm
  • Asus DVD-ROM
  • Asus CD-RW
  • VGA Shappire ATI Radeon 9250
  • Monitor LG 15"
  • 2 buah LAN Card
  • 2 buah Soundcard
  • Speaker Simbadda yang saya lupa serinya, soalnya dikasih Topik a.k.a MengandungGila
     
Dan biasanya, kalo saya sudah penasaran ama suatu hal, pasti bakal saya kejar sampai saya puas. Dan bisa dibilang Ubuntu 7.04 adalah salah satu hal penasaran saya saat ini. Dan untuk membantu rasa penasaran tersebut, saat ini saya sudah gabung di milis-nya ubuntu-id, web, dan juga blog-nya. Trus saya juga udah pesen repository di kampus. Berhubung saya masih orang baru dalam hal Ubuntu, jadi saya masih butuh banyak bantuan..

Finally....petualangan bersama Ubuntu 7.04 dimulai!!!

Jakarta, 16 September 2007, 15.50 WIB
-di kantor, mumpung lagi ga ada kerjaan-
                            

September 14, 2007

Silaturahim ke GuruBesar

Silaturahim....sebuah kata yang mungkin sederhana, tapi punya arti yang besar bagiku. Salah satunya hadits ini, "silaturahim mempunyai 2 manfaat yaitu: memperbanyak rezeki dan menambah umur". Aku percaya banget, kalo silaturahim diniatkan dengan benar pasti kita akan dapet banyak manfaat. Itulah kenapa, aku pasti mengalokasikan waktu untuk silaturahim ke sodara-sodara ato temen-temen.
Malam 1 Ramadhan, aku manfaatin untuk silaturahim ke kostan Ardian a.k.a GuruBesarFakultasPernikahan UniversitasKeluargaSakinah. Selain pengin tau juga kost barunya setelah pindah dari Istana Langitan belakang kantor XL, aku juga sedang membutuhkan DVD RW buat nge-burn Ubuntu 7.04. Sekaligus jadi ajang konsultasi masalah persiapan masa depan kepada ahlinya. Maklum, diri ini lagi butuh banyak nasehat dan masukan biar ga salah jalan.
Seperti biasa, aku dan Ardian saling tukar cerita setelah hampir 3 minggu ga ketemu. Giliranku cerita, dia minta progress report kelanjutan kisah "sandal teklek", Aku pun bercerita apa adanya tanpa ada yang harus disembunyikan. Akhirnya sang GuruBesarFakultasPernikahan pun bicara memberikan nasehatnya. "Terkadang kita terlalu sibuk memikirkan masalah-masalah kecil yang merintang di dalam pernikahan, Tapi justru kita lalai melakukan persiapan-persiapan besar dalam pernikahan". Mati aku!!!!skak matt.....
Iya juga, terkadang kita dan terlalu disibukkan bingung terhadap perkara-perkara kecil, tapi kita justru lupa persiapan apa yang sudah kita lakukan untuk menyongsong mahligai pernikahan untu menuju sebuah kehidupan baru yang bernama KELUARGA. Pernikahan kan bukan sebuah perkara kecil, makanya persiapan pun juga ga boleh seadanya dan seenaknya sendiri.
Jadi inget beberapa kalimat dari buku Life Excellent-nya Reza Syarif yang kira-kira gini, "Lebih baik memikirkan BAGAIMANA, daripada kita terlalu sibuk memikirkan SIAPA". Bagaimana nanti rumah tangga yang akan kita bentuk, Ilmu apa yang sudah kita siapkan untuk menyongsongnya. Bagaimana kriteria calon pasangan hidup. Mungkin itulah kira-kira beberapa hal yang harus dipikirkan terlebih dahulu sebelum kita beralih pada SIAPA.
Trus ada satu lagi ilmu yang kemaren dikasih ama sang GuruBesar. Namanya "ilmu tarik ulur". Tapi mohon maaf, untuk ilmu yang satu ini belum bisa diceritakan saat ini. Jadi kalo mau tau, kirim email aja deh buat kejelasannya. halah... Intinya sih pinter-pinter liat sikon kalo lagi pe-de-ka-te.
Hmmm...(sambil menghela nafas) semoga Allah ngasih kemudahan aja untuk kali ini. Paling tidak, aku selalu berusaha untuk tetap di jalan yang benar dengan selalu belajar dari kesalahan-kesalahan dulu.

Thanks buat Ian atas ilmunya di malam 1 Ramadhan. Kapan-kapan sharing lagi ya.


Jakarta, 14 September 2007, 16.30 WIB

September 02, 2007

Sebuah keyakinan

"seharusnya dunia ini begitu indah
seharusnya hidupku ini penuh bermakna
tak kan gundah jiwaku bila kau bersamaku
tak kan perih batinku ini bila kau pun milikku"
(Naff - Seharusnya Kita)



Sekali lagi, aku dihadapkan pada sebuah masalah, atau lebih tepatnya sebuah dilema yang menuntut otak dan hatiku berpikir lebih keras. Bener-bener kali ini menguras banyak energi. Mungkin seperti inilah hidup, perjalanan dari satu ujian ke ujian yang laen yang tak kan berhenti hingga maut menjemput.
Kalo boleh diibaratkan, di hadapanku sekarang membentang sebuah gunung yang tinggi dan terjal. Aku sadar, kekuatanku dan kemampuanku lebih dari cukup untuk mencapai puncaknya. Tapi entah mengapa, sampai saat ini aku tidak menemukan keberanian ataupun rasa PD untuk mencapai puncaknya. Tantangan yang ada di depan seakan begitu berat dan sangat sulit untuk dilalui. Mungkin, semua ketakutan ini ada karna kegagalanku beberapa tahun silam. Kegagalan yang begitu menyakitkan, yang terjadi ketika puncak gunung itu hanya tinggal sesaat saja. Kegagalan yang ada, ketika sebuah batu kecil membuatku tersandung dan akhirnya jatuh hingga ke bawah. Beruntung, Allah masih memberikan kekuatan untuk berdiri dan bangkit lagi.
Kali ini pun, gunung itu masih sama. Tak berbeda jauh seperti beberapa tahun lalu ketika aku mencoba menggapai puncaknya. Tapi entahlah, aku belum bisa memutuskan ketika aku sudah sampai di hadapan gunung itu. Aku hanya termangu dan terdiam.
Akankah keberanian dan kekuatan itu muncul lagi dalam diriku, hingga akhirnya aku bisa mencapai puncaknya.
Ataukah aku akan menyerah, mencoba melupakan harapan untuk mencapai puncaknya, dan mencari gunung lain yang masih menerimaku untuk hadir di puncaknya.

Sungguh, aku hanya membutuhkan sedikit waktu lagi hingga nanti saatnya memilih. Dan tiba-tiba aku teringat dua kalimat ini....

"do what you think is right"
"wish us getting better day by day"


Jakarta, 02 September 2007, 01.56 WIB
-ketika hati ini membutuhkan satu kata yang bernama "keyakinan"-

August 24, 2007

Gundah lagi

Gundah....itu rasa yang datang beberapa hari terakhir. Ceritanya sih sepele, berawal dari long weekend-ku di Bandung tanggal 17-19 Agustus 2007 kemaren. Tepatnya 18 Agustus siang, iseng-iseng konekin laptop pinjeman dari Ardian yang masih kinclong ke internet kampus, meskipun aku juga tahu kalo koneksinya super duper lemot. Trus nyobain buat OL pake meebo, karna pake Yahoo Messenger disconnect mulu. Alhamdulillah.....jreng...bisa Online jg.
Percuma juga, temen-temen yang OL dikit. Mungkin karna libur kali ya. Tapi ternyata 'seseorang' lagi OL juga. Setelah berpikir beberapa kali, akhirnya aku memberanikan diri untuk memulai percakapan lewat dunia maya dengan 'seseorang' itu. Tentunya sambil berharap sebuah keajaiban akan datang, setelah komunikasiku dengan 'dia' terputus hampir beberapa abad lamanya (halah...hiperbola banget sih). Memang mujur, ternyata siang itu keajaiban datang. 'Seseorang' itu berkenan menjawab juga. Suprise banget!!!

Kejadian 'aneh' itu, aku ceritain ke Ghochi a.k.a LelakiNdeso. Kurang ajar, malah diketawain sambil berucap "Wis...dilaten idumu dhewe!!!". Kalo ditranslate ke bahasa yang lebih universal, kira-kira artinya sama dengan "Sudahlah...jilat saja ludahmu sendiri!!". Pas aku critain ke Ardian, malah ikutan ketawa juga, "Sendal teklek guwak kalen, Gandeng ra enek, njaluk balen!!!" (yang ini artiin aja sendiri..)

Suerr..... aku ga bermaksud kayak gitu koq. Aku ga kepikiran sampe sejauh 'itu'. Lha wong bisa komunikasi kayak gini aja sudah merupakan keajaiban dan hal yang luar biasa setelah kejadian-kejadian masa lalu itu. Lagian, siapa sih gue??? berani-beraninya ngedeketin 'seseorang' itu. Apa kata dunia.....(hehe....terinspirasi film Nagabonar).

Yang lebih parah lagi, tiap hari Ghochi a.k.a LelakiNdeso selalu nanya, "Gun, wis ditembung durung??". Emang kayak beli kacang, sekali liat, tertarik trus langsung bayar. Ini berkaitan dengan satu orang dengan orang yang lain, satu keluarga dengan keluarga yang laen. Pernah juga suatu ketika, Ghochi a.k.a LelakiNdeso bikinin puisi buatku, "Kutoleh ke belakang..Nampak sosok yang kukenal. Dream coming true.. ******* (sensor) bukan, nyatalah kupandangi, kupentelengi. Benar teriakku dalam rasa kangen". Dasar kutu kupret, sejak kapan dia bisa bikin puisi. Perasaanku, ilmu bikin puisi yang romantis belum pernah kuajarkan ke siapapun. Aneh!!!

Satu lagi, emangnya aku ini sudah termasuk dalam kategori 'WAJIB NIKAH' ya? Sampe banyak orang nanyain, "Gun, kapan ente nikah??". Ehm...bener-bener pertanyaan berat dan menyakitkan.

Lagian, siapa sih yang ga pengin nikah. Cuma waktunya aja yang menurutku belum pas untuk saat ini. Masih ada beberapa hal yang harus dikerjain dulu, sebelum memutuskan untuk menjemput bidadari. Jadi...kumohon mengertilah (halah...ga segitunya kaleee).

Terakhir, tentang 'seseorang' itu. Biarlah semua berjalan alami saja. Kecuali kalo 'seseorang' itu mau menerima aku apa adanya. Kalo begitu keadaannya, aku sih mau-mau saja. Ga pake mikir lagi. Ngimpiiii... Ngoco sik g0En!!!

Jakarta, 24 Agustus 2007, 04.10 WIB
-kerja malem, ditemenin secangkir kopi dan lagu yang berjudul "You"-

I never felt alone
I was happy on my own
And who would ever know there was something missing
I guess I didn't see the possibility
It was waiting all the time
But it never crossed my mind
Till you opened up my eyes
Now all I think about is

You in my life
In my dreams
In my heart I know it's true
That I belong with you
Because of you in my world
In my arms
I have everything and now
I can't imagine what I'd do
Without you

I never thought that love could be
Such a curiosity
But what attracted you to me
Was so unexpected
But it was waiting all the time
And it never crossed my mind
Until you opened up my eyes
Now all I think about is

August 01, 2007

Sepagi ini aku rindu

Ga terasa, udah lebih dari 15 jam aku berada di kantor sejak berangkat dari kost kemaren siang (Selasa, 31 Juli 2007). Bahkan hingga beberapa jam ke depan di hari ini (Rabu, 1 Agustus 2007), aku masih berada di ruangan ini. Ruangan dengan banyak flat monitor yang berukuran besar, dan dengan cahaya yang cenderung gelap, karna emang lampunya dimatiin. Tiga jam bundar yang ada di dinding depanku pun tetep setia berputar.

yang bertuliskan Jakarta menunjuk angka 03:51
yang bertuliskan Denpasar menunjuk angka 04:51
yang bertuliskan Jayapura menunjuk angka 05:51

Alhamdulillah, malam ini ga terlalu banyak masalah yang ada, jadi lumayan bisa santai sepanjang malam. Tapi sayangnya, ga ada yang bisa diajak untuk melek bareng. Temen-temen yang biasanya OL, malam ini jg ga nampak. Tadi beberapa kali sempet nge-BUZZ juga, tapi ga dijawab. Mungkin udah pada tidur.
Pengin tidur, tapi nanggung banget. Kalo aku tidur sekarang, pasti ntar Shubuh-nya kebablasan. Dan kalo udah gitu, bawaannya serasa ga enak mulu. Seperti ada sesuatu yang hilang dari dalam jiwa...hehe.. Yasud, akhirnya kuputuskan untuk tetap bertahan dalam kondisi mata terbuka minimal sampe Shubuh nanti. Kalopun mau tidur, kayaknya nanti aja sehabis sholat Shubuh.
Akhirnya aku coba mengisi waktuku dengan browsing tentang hape CDMA. Rencananya sih pengin beli, tapi belum ketemu aja yang pas. Yang pasti sih ga pengin yang terlalu mewah. Yang penting RUIM, trus ada koneksi ke kompie, biar bisa dipake buat ngenet. Kalo merk NOKIA apaan ya?? any suggestion for me?? Sudah ada beberapa yang bakal dijadiin target perburuan, meski ntah kapan aku bakal sempet berburu..hehe..
Lanjut, buka friendster. Account sendiri sih cuma satu, tapi jadi admin juga di FS-nya MABIM 2006 ama HMIF. Berhubung sudah agak lama ga nengokin, akhirnya pagi ini aku sempetin nengok. Pas masuk di FS HMIF, ternyata nothing special. Ga ada comment atopun friend request baru. Gpp..... yang penting udah nengok. Akhirnya, logout jg dari FS itu.
Kemudian, kunjungan berikutnya ke FS MABIM 2006. Waaaaaahhhhhh, ternyata ada message baru. Setelah kubuka, semuanya berisi pertanyaan atas kiriman bulletin board yang aku kirim, yang ngasih info kalo ntar Ramadhan, PanMabz 2006 mo ngadain buka bareng. Ternyata banyak yang nge-respon jg. Senangnya diriku...

Kemaren sempet kepikiran mo reunian lagi, cuma aku bingung gimana mo memulainya. Akhirnya dapet juga ide ngirim bulletin board itu. Trus kemaren sempet SMSan juga ama salah satu SC, dan ternyata dia juga setuju. Jadi, kemungkinan besar keinginan untuk reuni itu bakal jadi kenyataan di bulan Ramadhan ini. Amieennn..

Jadi kangen....
Ama semua SC & OC MABIM 2006. Sepagi ini mereka lagi ngapain ya??
Andaikan mereka tau,
di sisi bumi yang laen, saat ini aku tengah merindukan untuk bertemu lagi dengan mereka.
Andaikan mereka mengerti,
hampir saja kerinduan ini hampir tak terbendung lagi.
Rindu akan semua suasana yang dulu pernah ada

ya Allah, inikah rasa rindu yang tertaut atas kecintaan dan kerinduan pada-Mu ??? Sungguh aku bahagia dan bersyukur pernah melewati sebagian waktuku dengan mereka.


Jakarta, 1 Agustus 2007
-beberapa saat menjelang Shubuh-